Plus Minus Jualan di Marketplace (Tokopedia, Bukalapak, dll)

Plus Minus Jualan di Marketplace (Tokopedia, Bukalapak, dll)

Jaman terus berganti, teknologi makin maju, siapa yang tidak mengikuti perkembangan jaman maka akan tersingkir, siapa yang tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi pasti mati. Contohnya:

  • Ojek pangkalan, (tukang ojek yang mangkal di ujung-ujung komplek dan kampung) kini mengeluh, pendapatannya terus merosot karena tergerus oleh ojek online, tinggal order lewat hp, maka urusan jadi gampang, mau belanja bisa, mau pesen makanan bisa, mau antar penumpang apalagi.
  • Bluebird, si taksi biru ini dulu merajalela menjadi market leader, tapi kini profit perusahaan mereka tergerus tajam karena tersaingi oleh taksi-taksi online, tarif lebih murah, pesan lebih gampang dan memakai kendaraan pelat hitam.
  • Harian Kompas, koran dengan oplah terbesar di Indonesia, yang kabarnya dulu waktu masa jaya-jayanya, walaupun koran digratiskan mereka masih untung dari iklan, nah sekarang kondisinya sudah disubsidi sana-sini oleh para investornya.

Di dalam dunia bisnis online, kini sedang marak marketplace seperti tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, blibli, bhineka dan sebagainya. Pembeli dan penjual berkumpul di sana. Buat para pembeli relatif lebih aman jika berbelanja online di sana, tidak akan tertipu oleh oknum penjual nakal, walaupun pembeli tetap harus bayar terlebih dahulu.

Di satu sisi, dari sisi pembeli memang solutif banget. Tapi di satu sisi lagi, dari sisi penjual yang modalnya terbatas, berjualan di marketplace adalah kendala tersendiri. Bagaimana tidak, uang yang sudah dibayarkan pembeli ke pihak marketplace baru dapat dicairkan oleh penjual ketika barangnya sudah sampai ke tangan pembeli dan itu pun jika tidak ada komplain. Untuk tokopedia dan bukalapak misalnya, kalau pembelinya langsung konfirmasi bahwa barang sudah diterima maka uang dapat dicairkan oleh pembeli, tapi kalau bukalapak pembeli hanya berhak mencairkan dana 1 hari hanya 1 kali, senin sampai minggu. Sedangkan kalau tokopedia dalam 1 hari dapat mencairkan dana berkali-kali, senin sampai jumat. Kalau shopee lebih bersahabat untuk penjual, sistemnya secara otomatis mengikuti sistem di ekspedisi pengiriman barang (misalnya JNE), jika menurut sistem JNE paket sudah sampai di tangan pembeli, maka otomatis sistem di Shopee mengikuti, dana otomatis dicairkan tanpa pembeli meminta. Untuk tokopedia dan bukalapak, jika pembeli tidak konfirmasi jika paketnya sudah sampai, maka dana tertunda selama 3-7 hari untuk dapat dicairkan.

Nah, kalau lazada, blibli bagaimana? Yang ini lebih lama lagi, uang baru dapat dicairkan setiap 15 hari sekali.

Kebayang dong, untuk penjual yang modalnya pas-pasan, harus nalangin dulu modal yang tertahan di marketplace, misalnya 1 hari modal yang tertahan Rp 1.000.000, dikali 15 hari jadi Rp 15.000.000.

Hidup ini pilihan, mau jualan di web sendiri, di facebook, di instagram, di marketplace tinggal pilih aja. Tinggal pilih saja anda mau berjualan dimana, disesuaikan dengan passion dan modal anda. Tapi saya punya keyakinan, trend marketplace tidak akan bertahan lama, hanya trend sesaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!